![]() |
| jamaah haji menunjukkan sepiring kurma |
Jamaah haji diminta benar-benar menjaga kesehatan, terutama
menjelang wukuf atau puncak haji.
Jamaah Haji Diminta Mengkonsumsi Zamzam dan Kurma
Kemenag
Terkait
Kelompok Risti
Meningkat, Jamaah Haji Meninggal Lampaui 2013
Kepulangan Jamaah
Haji Indonesia Dimulai Kamis
Jamaah Indonesia
Diminta Berhati-hati Selama di Makkah
Jamaah Haji
Diminta Mengetahui Rute dan Warna Stiker Bus
Hidayatullah.com–Pada penyelenggaraan haji tahun 2014
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji membuat “Gerakan Minum Zamzam dan Makan
Kurma” (Gemza) agar kesehatan jamaah haji terjaga dan dapat melaksanakan ibadah
dengan sempurna.
Gerakan tersebut secara resmi diluncurkan di Makkah, Sabtu
(13/9/2014) yang dihadiri Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Fidiansyah,
yang juga Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji. Hadir pada
acara tersebut Kepala Daerah Kerja Makkah Endang Jumali dan Kepala Seksi
Kesehatan Daker Makkah Muhammad Ilyas.
Fidiansyah menekankan pentingnya jamaah menjaga kesehatan
agar saat melaksanakan puncak haji kesehatan tetap terjaga dengan baik.
Tentu pemerintah tidak membuat gerakan tersebut tanpa sebab.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis sejak 2010, banyak kasus jamaah yang
dirawat karena dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan kekurangan kalori.
Apalagi pada tahun ini cuaca di Makkah dan Madinah dinilai
cukup panas. Pada musim haji 2014 hingga tanggal 13 September di Madinah suhu
pernah mencapai 45 derajat celcius dan di Makkah 42 derajat. Hal ini tentu
menjadi perhatian serius.
Demikian juga penetapan air zamzam dan buah kurma untuk
dikonsumsi jamaah bukan asal saja, namun berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah, komponen yang ada di
air zamzam dan kurma bisa mencegah dan mengobati penyakit.
Ilyas mengatakan, pada awal 2014 ada penelitian di Jepang
mengenai air zamzam dengan air lain yang dapat memberi manfaat. Hasil penemuan
tersebut menyebutkan bahwa di dalam air zamzam terkandung dua elektroda yang
bisa menjadi stimulus di dalam tubuh sehingga metabolisa tubuh menjadi lebih
baik, yang artinya penyerapan sari makanan akan semakin baik.
“Ada zat yang ukuran molekulnya sangat kecil sehingga bisa
menembus sel-sel tubuh sehingga bisa membantu masuknya nutrisi ke dalam tubuh,”
katanya, dilaporkan laman Kemenag.
Mengenai kurma, Ilyas mengatakan, walaupun manis dan kadar
gulanya tinggi namun aman bagi penderita diabetes. “Justru akan memberikan
manfaat bagi penderita diabetes,” katanya.
Dia mengatakan, zat gula pada kurma adalah diskarida yang
lama diserap oleh tubuh sehingga tidak langsung menaikkan kadar gula darah
jamaah yang menderita penyakit diabetes.
Di samping itu, kurma juga mengandung nutrisi yang tinggi
dan bagus bagi manusia.
Air zamzam dan kurma juga bisa menjadi kombinasi yang bagus
bagi jamaah. Air zamzam akan membuka sel-sel sehingga nutrisi yang terkandung
dalam kurma bisa masuk dengan baik.
Untuk itu, kata Ilyas, dalam Gemza, yang didahulukan adalah
minum air zamzam lebih dulu, baru makan kurma. Maksudnya adalah agar sel-sel
terbuka, lalu nutrisi bisa masuk.
Namun demikian perlu juga diingatkan bahwa bukan berarti
jamaah hanya mengkonsumsi kurma saja. Jamaah juga perlu memakan makanan bergizi
lainnya yang tentu sangat bermanfaat bagi tubuh.
Mengenai nutrisi yang terkandung dalam kurma, Balai
Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) antara menyebutkan:
Nutrien: Serat (32 persen), karbohidrat (25 persen), kalori
(14 persen), protein (5 persen), lemak (1 persen).
Vitamin: Vitamin B6 (8 persen), niacin (6 persen),
riboflavin (4 persen), vitamin K (3 persen).
Mineral: Kalium (19
persen), magnesium (11 persen), manganese (13 persen), tembaga (10 persen),
besi (7 persen).
Melihat nutrisi yang terkandung, maka kurma bisa menjadi
sumber energi yang cepat, mengurangi resiko stroke, mencegah anemia, sumber
antioksidan, memperkuat tulang, mencegah diare, mencegah infeksi, dan
memperbaiki sistem syaraf.
BPHI menganjurkan mengkonsumsi kurma tiga kali sehari dengan
sekali konsumsi sebanyak 4-5 butir, serta jangan lupa untuk cuci tangan dan
berdoa sebelum makan.
Kepala Daker Makkah Endang Jumali meminta dengan sangat agar
jamaah haji benar-benar menjaga kesehatannya, terutama menjelang wukuf atau
puncak haji.
Ia mengatakan jangan sampai jamaah tidak menjaga kesehatan
sehingga justru tidak mampu melaksanakan wukuf.*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar